Jumat, 11 September 2020

BAB 4 SALAT BERJAMAAH

BAB 4 SALAT BERJAMAAH

1. Pengertian salat berjamaah 

Dilihat dari kalimatnya, shalat jamaah ini adalah shalat yang dilakukan secara berjamaah (bersama-sama). Baik hanya dua orang atau lebih, yang mana cara melakukannya adalah dengan di imami oleh satu orang dan yang lain menjadi makmumnya. Adapun shalat munfarid adalah shalat yang dilakukan dengan sendirian

2. Hukum melaksanakan berjamaah 

Jika shalat ada yang wajib juga ada yang sunnah, maka hukum melakukan shalat berjamaah ini adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya). Hal ini berbeda dengan shalat Jumat yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib) bagi setiap laki-laki.

3. Keutamaan salat berjamaah 

Dari segi kwantitas yang berbeda jumlahnya dengan shalat munfarid. Sudah pasti shalat berjamaah ini mempunyai beberapa kelebihan tertentu, diantaranya dari segi pahala seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits:


 4. Syarat sah salat berjamaah 

  1. Ada seorang imam yang memimpin shalat tersebut
  2. Ada makmum sebagai orang yang mengikuti imam tersebut
  3. Gerakan makmum menyesuaikan gerakan imam. Contoh: ketika imam sujud, makmum juga harus sujud.
  4. Shalat dilakukan pada satu tempat yang disetujui bersama-sama antara imam  ataupun makmum (yang lebar dan luas, untuk menampung jamaah yang akan ikut shalat)
 5. Syarat Seorang Imam dalam Shalat Jamaah

 Ketika ada suatu kelompok/rombongan yang akan melakukan ibadah shalat. Pastikan terlebih dahulu siapa yang akan menjadi imamnya. Karena seorang imam dalam shalat jamaah tidak boleh sembarangan. Syarat menjadi imam dalam shalat jamaah ini, setidaknya memenuhi kriteria berikut ini:

    1. Orang tersebut memahami tentang shalat. Baik itu rukun, syarat, serta apa-apa saja yang membatalkan shalat.
    2. Mempunyai kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar juga fasih
    3. Sehat secara jasmani ataupun rohani
    4. Baligh atau sudah mencapai batas umur
    5. Bisa mengerjakan shalat. Dalam artian orang tersebut tahu dan bisa memenuhi akan  syarat-syarat shalat.
6.  Syarat-syarat sebagai makmum dalam  Shalat Jamaah

    Jika seorang imam mempunyai syarat-syarat terntu, begitu juga dengan                 makmum. Syarat-syarat makmum adalah:

  1. Berniat menjadi makmum dalam shalat jamaah
  2. Ikut gerakan imam. Mulai dari takbiratul ihram sampai salam
  3. Jika imam ada di depan, maka makmum berada di belakangnya. Sehingga terlihat berjamaah. Seperti ketika dua orang yang sedang melakukan shalat berjamah.
  4. Masih satu tempat (majlis) dengan imam tersebut.
  5. Tidak mendahului gerakan imam.
  6. Sesuaikan shalat makmum dengan shalat imamnya.
7. Halangan Salat Berjamaah

       Faktor yang menjadi halangan itu adalah:

  1. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat salat berjamaah,
  2.  Angin kencang yang sangat membahayakan,
  1. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat salat  berjamaah,

d.  Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil, dan

e.   Karena baru makan-makanan yang yang baunya susah dihilankgkan



 
Materi PPT Silahkan download di bawah ini 

👇



SILAHKAN KLIK DAN DIKERJAKAN LATIHAN KERJA DI BAWAH 

👇👇


Rabu, 09 September 2020

Senin, 07 September 2020

MATERI BAB 2

BAB 2  
Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah, dan Istiqamah

1. Perilaku Jujur 
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya.

Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci.
Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang kita enggan mengikuti hati nurani.

Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur.

Mengapa kita harus jujur?

Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang.

Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi, dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi.

"Dari Abdullah ibn Mas'ud, Rasullullah saw bersabda, "Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga..." (H.R. Bukhari).

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa "kejujuran itu mahal". Ya, kejujuran memang sangat mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat.

Akan tetapi, agar dapat dipercaya orang, kita harus jujur. Rasulullah saw telah memberi contoh nyata kepada kita.

Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur. Dengan kejujuran Rasulullah saw menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat gelar al-Amin (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy.

Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaiknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati jadi was-was.

Akan tetapi, kadangkala ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh kejujuran kita itu. Meskipun demikian, jangat takut dan risau karena lebih banyak pihak yang mendukung kejujuran.

Kejujuran merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim.

Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangat dicampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt berfirman:

"Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilah dan (janganlah0 kamu sembunyikan kebenaran, sesungguhnya kamu mengetahuinya." (Q.S. Al-Baqarah/2:42)

2. Perilaku Amanah 

Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya), Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak.

Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt, seperti salat, zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya.

Amahan berkaitan erat dengan tanggungjawab. Orang yang menjaga amanah biasanya dsebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian harus berlatih menjaga amanah.

Kalian harus berlatih untuk menjaga amanah dan bertanggung jawab. Untuk berlatik tidakah sulit. Mulailah dari mejaga yang kecil-kecilan, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan.

Kalian belajar dan sekolah dengan sunggung-sungguh, itu juga merupakan bagian dari menjaga amanah. Selain itu ibadah salat juga bagian dari menjaga amanah dari Allah Swt.

Ternyata, tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat amanah menjadi seorang pemimpin.

Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin tentu tidak sulit untuk menjadi amanah. Rasulullah Saw bersabda:

"Dari Ibnu Umar r.a. Rasulullah saw bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan dimimta pertanggungjawabannya perilah rakyat yang dipimpinnya.."H.R. Bukhari dan Muslim).

Nah, sekarang saatnya kalian mengetahui macam-macam bentuk amanah. Amanah itu dapat dibedakan mejadi tiga macam, yaitu:

a. Amanah terhadap Allah Swt. Amanah ini berupa ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Q.S. al-Anfal/8:27)

Contoh amanah kepada Allah Swt yaitu menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarangnya

Bukankah kita diciptakan oleh Allah Swt untuk mengabdi kepadaNya? Orang yang mengabdi kepada Nya berarti telah memenuhi amanah Nya. Orang yang tidak mengabdi kepada Nya berarti telah mengingkari amanah-Nya.

b. Amanah terhadap sesama muslim
Amanah ini meliputi hak-hak antarsesama manusia. Misalnya ketika dititipi pesan atau barang, maka kita harus menyampaikannya kepada yang berhak. Allah Swt berfirman:

"Sesungguhnya Allah Swt menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya..." (Q.S. an-Nisa/4:58)

c. Amanah terhadap diri sendiri
Amanah ini dijalani dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya dan menjaga kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt berfirman:

"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." (Q.S. al-Mu'minun/23:8)

2. Hikmah perilaku amanah
Orang yang berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya ia telah berbuat baik kepada diri sendiri. Begitu juga sikap amanah memiliki dampak positif bagi diri sendiri. Diantara hikmah amanah adalah sebagai berikut:

  • Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia
  • Mendapatkan simpati dari semua pihak
  • Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt

3. Perilaku Istiqomah 

Istiqamah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan.

Dalam makna yang luas, istiqamah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan kesilaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan an godaan

Seseorang yang mempunyai sifat istiqamah bagaikan batu karang yang berada di tengah-tengah lautan yang tidak tergeser sedikitpun, meskipun dihantam oleh gelombang yang sangat besar.

Istiqamah terwujud karena adanya keyakinan akan kebenaran dan siap menanggung resiko. Sikap ini wajib dimiliki setiap muslim, termasuk kita para pelajar,

Istiqamah dapat membantu kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.

Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus memberi contoh yang baik kepada siapa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." (Q.S. al-Ahqaf/46:13)

Ayat diatas menjelaskan sikap orang-orang istiqamah, yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua perintah Allah Swt, dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena Allah Swt menjamin keselamatan mereka.

2. Hikmah Perilaku Istiqamah
 Diantara perilaku istiqamah adalah sebagai berikut:

  • Orang yang istiqamah akan dijauhkan oleh Allah dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan, dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang
  • Orang yang istiqamah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet
  • Orang yang istiqamah dan selalu sabar serta mendirikan salat akan selalu dilindungi oleh Allah Swt.


Selasa, 28 Juli 2020

Penilaian Harian (PH1)

 PH 1 DARING 
KD. 

3.1        Memahami makna Asmau al-husnaal-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir


Petunjuk dan mekanisme PH 1 DARING  

  1. Soal PH online dikerjakan dengan  menggunakan google form 
  2. Setelah membuka alamat blogger ini silahkan KLIK Linknya .
  3. setelah terbuka linknya silahkan di Isi biodata kamu dengan selengkap-lengkapnya 
  4. Sebelum mengerjakan Bacaalah basmallah terebih dahulu dan doa akan belajar
  5. Silahkan di kerjakan dengan sebaik-sebaiknya karena nilai ini akan digunakan penilaian raport 
  6. Mengerjakan soal hanya di beri kesempatan satu kali 
  7. setelah selesai semua mengerjakan silahkan klik kirim .
  8. Semua tahapan sudah selesai “Terima kasih andan sudah mengerjakan soal-soal PH online"
  9. Walaupun dikerjakan dengan online kerjakanlah dengan sejujur-jujurnya tanpa melihat buku catatan/buku paket  dan bantuan orang lain : Allah dan para malaikat mengawasi kamu yakinlah :
  10. SELESAI

 


Jumat, 10 Juli 2020

Buku BSE PAI Kelas 7

BUKU BSE PAI KELAS 7 

Silahkan di download Buku  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  kelas VII deng klik di bawah ini 



Buku BSE Pai kelas VII


!!! semoga bermanfaat!!!

Kamis, 09 Juli 2020

Asmau Al Husna (pertemuan ke2)

 





TUGAS PERTEMUAN KE 2
 

a.    Tugas


 

 

                           

       SILAHKAN KAMU REKAM ASMAU AL HUSNA :

        


   👶  Rekaman membaca ayat asmaul husna melalui voice note hp (tanda mic) 4 Asmaul husna ( as sami', al khabir, al 'alim, al bashir) beserta artinya .


Silahkan di upload dengan klik di bawah ini rekaman membaca asmau al husna  


sesuai dengan kelas kamu masing-msing 




BRANKAS TUGAS 7A


BRANKAS TUGAS 7B


BRANKAS TUGAS 7C


BRANKAS TUGAS 7D


 




Sabtu, 04 Juli 2020

Materi Pai Bab 1 (Asmau Al Husna )

 

Pertemuan Pertama 

Kompetensi Dasar 

3.1        Memahami makna Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir

Tujuan Pembelajaran 

1.    Diberikan kesempatan menelaah materi al-asmau al-husna, peserta didik             Menyebutkan pengertian Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir     dengan benar

2.  Diberikan kesempatan menelaah materi al-asmau al-husna, peserta didik dapat Menjelaskan makna Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir dengan benar

Materi Pembelajaran 

Makna Asmaul Husna

Al asma ul Husna artinya atau memiliki arti nama nama Allah Subhanahu Wa Ta’aala yang baik. Allah memperkenalkan diri-Nya dengan nama nama-Nya yang baik.

Hal ini sesuai dengan dalil naqli yang terdapat dalam alquran surat al a’raf ayat 180 yang matan bunyinya seperti dibawah ini.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Dalam tafsir al mukhtashar atau markaz tafsir Riyadh dibawah pengawasan syekh Doktor Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjid Al Haram) disebutkan bahwa kata fad’uu فَادْعُوهُ بِهَا ۖ (maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu) Dengan menyebut Ya Rahman, Ya Haliim, Ya ‘Aliim. Kerena Dia jika disebut dengan nama-nama baik-Nya dalam do’a maka itu menjadi salah satu sebab terkabulnya doa.

Itulah makna asmaul husna disertai dengan dalil dalam alquran surat al a’raf ayat 180 yang biasa juga disebut dengan dalil naqli.

Empat asmaul Husna al alim al khabir as sami’ al basir

Sebagaimana judul diatas, ada 4 asmaul husna yang akan diulas sedikit sebagaimana dibawah ini.

Asmaul Husna Al Alim

Al alim memiliki arti Maha Mengetahui. Allah SWT maha mengetahui bak yang tampak atau yang tidak tampak (ghaib), tidak ada batasan ruang maupun waktu, segalanya diketahui oleh Allah SWTT. Termasuk hal yang akan terjadi. Singkat kata Allah maha mengetahui dan pengetahuan Allah tiada batasnya.

Dalil Allah Maha Mengetahui asmaul Husna Al alim

Dalam alquran surat al an’am ayat 59 bisa untuk memperkuat keyakinan tentang Maha Mengetahui Allah SWT.

Berikut bunyi ayat dimaksud.

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Tulisan Latin : Wa ‘indahụ mafātiḥul-gaibi lā ya’lamuhā illā huw, wa ya’lamu mā fil-barri wal-baḥr, wa mā tasquṭu miw waraqatin illā ya’lamuhā wa lā ḥabbatin fī ẓulumātil-arḍi wa lā raṭbiw wa lā yābisin illā fī kitābim mubīn

Terjemah atau Arti dalam bahasa Indonesia : Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”

Contoh perilaku dalam meyakini sifat Allah Al-alim salah satunya dengan cara terus menerus mencari ilmunya Allah SWT secara terus menerus tapi tetap menjauhkan diri dari sifat sombong dan merasa paling pandai.

Asmaul Husna Al Khabir

Al khabir berarti maha waspada, mengetahui perkara yang tersembunyi.

Tak terkira jumlah ciptaan Allah SWT Semuanya diketahui oleh Allah dengan detail, penuh kecermatan dan kewaspadaan, baiksecara lahir maupun batin. Tidak ada satu pun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran.

Allah juga mengetahui setiap detail dari perbuatan makhluk ciptaannya.

Dalil alquran tentang asmaul husna al khabir

Dalil mengenai sifat al khabir ini terdapat dalam alquran surat at taubah ayat 16 yang berbunyi;

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Tulisan latin : Am ḥasibtum an tutrakụ wa lammā ya’lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa lam yattakhiżụ min dụnillāhi wa lā rasụlihī wa lal-mu`minīna walījah, wallāhu khabīrum bimā ta’malụn

Terjemah arti dalam bahasa Indonesia : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Contoh perilaku percaya dengan asmaul husna al khabir maka hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang waspada akan mendapatkan hasil maksimal dan tidak akan menyesal di kemudian hari.

Asmaul husna as sami’

As-Sami’ mempunyai arti Maha Mendengar. Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini.

Pendengaran Allah Swt. Tidak ada batasannya, tiada satupun suara yang bisa lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu begitu pelannya

Dalil tentang asmaul husna as sami

Salah satu dalil naqli untuk asmaul husna ini terdapat dalam alquran surat albaqarah ayat 256 yang tulisan lengkap beserta harakat dan arti terjemahnya sebagaimana berikut;

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tulisan latin: Lā ikrāha fid-dīn, qat tabayyanar-rusydu minal-gayy, fa may yakfur biṭ-ṭāgụti wa yu`mim billāhi fa qadistamsaka bil-‘urwatil-wuṡqā lanfiṣāma lahā, wallāhu samī’un ‘alīm

Terjemah dalam bahasa Indonesia : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Asmaul Husna al Basir

Al basir memiliki arti Maha Melihat.
Allah SWT maha melihat baik besar atau kecil bahkan sebegitu kecilnya tidak ada yang tidak bisa dilihat Allah SWT.

Termasuk semua yang berada dibumi maupun dilangit tidak ada yang bisa lepas dari dilihat oleh Allah SWT.

Dalil Allah SWT Maha Melihat dapat anda lihat pada alquran surat al Hujurat ayat 18

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Tulisan dalam huruf latin : Innallāha ya’lamu gaibas-samāwāti wal-arḍ, wallāhu baṣīrum bimā ta’malụn

Arti dalam bahasa Indonesia: Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

👇👇👇


 



BAB 13

BAB 13  Hidup Jadi Lebih Damai dengan Ikhlas, Sabar,   dan Pemaaf       A. Mari membaca Al Quran        B. Mari Memahami Al Qur'an     ...